View AllKuliner

Tech

Tips

Latest News

Sabtu, 28 Februari 2026

PK KNPI Kecamatan Cibinong Gelar Ramadhan Connect Rajut Toleransi Pemuda Lintas Iman

Oleh : Muhamad Firdaus - Pimpinan Redaksi


Cibinong - 28 Februari 2026. Bulan suci Ramadhan menjadi momentum istimewa untuk memperkuat nilai-nilai kebersamaan, persaudaraan, dan toleransi antar sesama. Semangat inilah yang diangkat oleh PK KNPI Kecamatan Cibinong melalui sebuah kegiatan bertajuk “Ramadhan Connect: Ngabuburit Bareng, Ngobrol Lintas Iman”, yang diselenggarakan pada Sabtu, 28 Februari 2026, bertempat di GPIB Pengharapan Cibinong, Kabupaten Bogor.


Kegiatan yang dimulai pukul 15.30 WIB hingga selesai ini menjadi ruang perjumpaan bagi pemuda lintas agama untuk berdialog, berdiskusi, serta saling memahami perbedaan dalam suasana Ramadhan yang penuh kedamaian. Mengusung tema “Merajut Harmoni, Menguatkan Persaudaraan dalam Keberagaman Cibinong”, Ramadhan Connect hadir sebagai wujud nyata peran pemuda dalam menjaga kerukunan di tengah masyarakat multikultural dan multireligius, khususnya di Kecamatan Cibinong.


KNPI Kecamatan Cibinong sebagai Motor Persatuan Pemuda


Sebagai organisasi kepemudaan, KNPI Kecamatan Cibinong terus berkomitmen menghadirkan kegiatan yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga berdampak langsung pada penguatan nilai sosial dan kebangsaan. Melalui Ramadhan Connect, KNPI ingin menegaskan bahwa pemuda memiliki peran strategis sebagai jembatan dialog antarumat beragama.


Ketua PK KNPI Kecamatan Cibinong, Yoga Triana Anshory, S.I.Kom, menegaskan bahwa Ramadhan adalah momen yang tepat untuk menyambungkan kembali tali silaturahmi lintas iman. Menurutnya, kebersamaan yang dibangun di bulan suci ini diharapkan dapat melahirkan kesadaran kolektif akan pentingnya hidup berdampingan secara damai.



“Tujuan dari kegiatan Ramadhan Connect ini adalah agar bulan Ramadhan ini menjadi sebuah momen untuk menyambungkan tali silaturahmi antar umat beragama,” - Sambutan Yoga Triana Anshory, Ketua PK KNPI Kecamatan Cibinong.


Yoga Triana Anshory menambahkan bahwa Kecamatan Cibinong merupakan wilayah dengan keberagaman latar belakang agama, suku, dan budaya. Oleh karena itu, diperlukan ruang-ruang dialog yang sehat agar perbedaan tidak menjadi sekat, melainkan kekuatan dalam membangun kebersamaan.


Dialog Lintas Iman: Merawat Nilai Toleransi


Agenda utama Ramadhan Connect diisi dengan dialog dan diskusi pemuda lintas iman yang menghadirkan sejumlah tokoh dan narasumber. Kegiatan ini turut dihadiri oleh Ketua DPD KNPI Kabupaten Bogor, Wahyudi Chaniago, S.H., serta Ketua Majelis Jemaat GPIB Pengharapan Cibinong, Pdt. Oeke Vally Hattu, M.Th. Hadir pula Ramdhan Agung Giri N, S.H. sebagai narasumber yang memberikan pandangan tentang pentingnya toleransi dan peran pemuda dalam menjaga keharmonisan sosial.


Dalam diskusi tersebut, para peserta diajak untuk memahami bahwa toleransi merupakan nilai universal yang diajarkan oleh seluruh agama. Namun, dalam praktiknya, nilai tersebut sering kali belum sepenuhnya terimplementasi dengan baik di tengah masyarakat.


Jika berbicara soal toleransi, semua agama mengajarkan toleransi, namun terkadang implementasinya masih jauh dari apa yang diajarkan oleh agama. Oleh karena itu, dialog lintas iman menjadi salah satu cara efektif untuk menjembatani kesenjangan antara ajaran dan praktik kehidupan sehari-hari.


Sambutan Germasa: Harapan untuk Pemuda Cibinong


Kegiatan Ramadhan Connect juga mendapatkan dukungan dari berbagai elemen masyarakat. Wakil Ketua Germasa, Zakaria Ginting, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas inisiatif KNPI Kecamatan Cibinong yang telah menghadirkan ruang dialog lintas iman di bulan Ramadhan.


“Dengan kegiatan ini, bisa memperkuat hubungan dan toleransi antar agama, terutama di Kecamatan Cibinong Kabupaten Bogor yang terdapat multiagama/multireligius. Harapan kami ke depannya agar para pemuda dan penerus bangsa senantiasa hidup rukun dan damai,” - Sambutan Zakaria Ginting, Wakil Ketua Germasa.


Pesan tersebut menegaskan bahwa kegiatan seperti Ramadhan Connect bukan hanya relevan untuk saat ini, tetapi juga menjadi investasi sosial jangka panjang dalam membangun generasi muda yang berwawasan kebangsaan dan menjunjung tinggi nilai toleransi.


Berbagi Takjil: Aksi Nyata Kepedulian Sosial


Setelah rangkaian diskusi dan dialog lintas iman selesai, kegiatan dilanjutkan dengan aksi sosial berupa pembagian takjil. Yoga Triana Anshory selaku Ketua KNPI Kecamatan Cibinong bersama jajaran pengurus KNPI dan pihak GPIB Pengharapan Cibinong turun langsung ke pinggir jalan untuk membagikan takjil kepada masyarakat yang melintas.



Kegiatan pembagian takjil ini menjadi simbol nyata bahwa toleransi tidak hanya berhenti pada tataran wacana, tetapi juga diwujudkan melalui aksi bersama yang bermanfaat bagi masyarakat luas. Tanpa memandang latar belakang agama, takjil dibagikan kepada siapa saja yang membutuhkan, mencerminkan nilai kemanusiaan dan solidaritas sosial.


KNPI Kecamatan Cibinong dan Peran Strategis Pemuda


Melalui Ramadhan Connect, KNPI Kecamatan Cibinong kembali menegaskan posisinya sebagai organisasi pemuda yang aktif, inklusif, dan responsif terhadap isu-isu sosial. Di bawah kepemimpinan Yoga Triana Anshory, KNPI Kecamatan Cibinong berupaya menghadirkan program-program yang relevan dengan kebutuhan masyarakat, khususnya dalam menjaga kerukunan di tengah keberagaman.


Kegiatan ini sekaligus menjadi contoh bahwa pemuda mampu menjadi pelopor perdamaian dan agen perubahan sosial. Dengan dialog, kebersamaan, dan aksi nyata, perbedaan dapat dirajut menjadi kekuatan untuk membangun Cibinong yang harmonis.


Penutup


Ramadhan Connect bukan sekadar agenda ngabuburit, melainkan sebuah gerakan sosial yang sarat makna. Melalui dialog lintas iman dan aksi berbagi, KNPI Kecamatan Cibinong menunjukkan bahwa Ramadhan dapat menjadi momentum untuk mempererat persaudaraan lintas agama.


Diharapkan, kegiatan ini tidak berhenti sebagai acara tahunan semata, tetapi menjadi inspirasi bagi komunitas pemuda lainnya untuk terus menumbuhkan nilai toleransi, persatuan, dan kedamaian. Dengan semangat kebersamaan yang diusung oleh KNPI Kecamatan Cibinong dan Yoga Triana Anshory sebagai Ketua, Cibinong diharapkan terus menjadi contoh wilayah yang rukun dalam keberagaman, serta melahirkan generasi muda yang mampu menjaga persatuan bangsa.

Jumat, 27 Februari 2026

Kebakaran Malam Hari Gegerkan Warga Ruko Di Cibinong Hangus Terbakar

Oleh : Muhamad Firdaus - Pimpinan Redaksi


Cibinong – Jum’at, 27 Februari 2026, masyarakat Cibinong dikejutkan oleh peristiwa kebakaran yang melanda sejumlah bangunan di kawasan padat aktivitas. Kebakaran tersebut terjadi di Jalan Raya Jakarta–Bogor, tepatnya sebelum lampu merah kawasan Pemda Cibinong City Mall jika dilihat dari arah Bogor. Peristiwa ini terjadi pada malam hari sekitar pukul 21.35 WIB, saat arus lalu lintas masih terbilang ramai dan aktivitas warga di sekitar lokasi masih berlangsung.


Api pertama kali terlihat berasal dari sebuah ruko yang sudah lama jarang ditempati oleh pemiliknya. Berdasarkan keterangan warga sekitar, ruko tersebut memang tidak aktif digunakan untuk kegiatan usaha maupun tempat tinggal. Dugaan sementara, kebakaran dipicu oleh arus pendek listrik yang terjadi di dalam bangunan tersebut. Kondisi instalasi listrik yang tidak terawat serta minimnya pengawasan diduga menjadi faktor pemicu munculnya percikan api yang kemudian berkembang menjadi kobaran besar.


Naasnya, api dengan cepat merembet ke bangunan lain yang berada tepat di sebelah ruko tersebut. Beberapa toko terdampak, di antaranya sebuah toko terpal dan bengkel sepeda motor. Material bangunan yang mudah terbakar serta jarak antarruko yang berdekatan membuat api semakin sulit dikendalikan pada awal kejadian. Dalam hitungan menit, kobaran api membesar dan melahap sebagian besar bangunan, disertai asap hitam pekat yang membumbung tinggi ke udara.


Kejadian tersebut sontak menarik perhatian warga sekitar dan para pengguna jalan. Jalan Raya Jakarta–Bogor yang dikenal sebagai jalur utama penghubung antarwilayah pun dipenuhi oleh masyarakat yang berhenti untuk menyaksikan peristiwa tersebut. Beberapa pengendara memilih menepi, sementara sebagian lainnya terpaksa memperlambat laju kendaraan karena kepadatan di sekitar lokasi kebakaran. Situasi sempat membuat arus lalu lintas tersendat, meski tidak sampai menimbulkan kemacetan panjang.



Beruntung, tim pemadam kebakaran tiba di lokasi dengan sigap tak lama setelah laporan diterima. Beberapa unit mobil pemadam langsung diterjunkan untuk menjinakkan si jago merah. Petugas bekerja keras memadamkan api yang sudah terlanjur membesar. Tidak hanya menyemprotkan air dari luar bangunan, sejumlah petugas juga terlihat menaiki atap bengkel yang berada di samping ruko yang terbakar. Langkah ini dilakukan sebagai upaya antisipasi agar api tidak menjalar ke bangunan lain yang masih berdiri di sekitarnya.


Proses pemadaman berlangsung cukup dramatis. Api yang terus berkobar memaksa petugas untuk bekerja ekstra dengan perlengkapan keselamatan lengkap. Sesekali terdengar suara runtuhan bagian bangunan yang terbakar, menambah ketegangan di lokasi kejadian. Meski demikian, berkat kerja sama yang solid dan respons cepat dari petugas, api akhirnya berhasil dikendalikan setelah beberapa waktu.


Hingga berita ini ditayangkan, tidak dilaporkan adanya korban jiwa dalam peristiwa kebakaran tersebut. Informasi ini diperoleh dari keterangan warga dan petugas di lokasi kejadian. Namun demikian, kerugian materi diperkirakan cukup besar mengingat beberapa bangunan dan peralatan usaha hangus terbakar. Pemilik toko dan bengkel yang terdampak terlihat pasrah menyaksikan sisa-sisa bangunan mereka yang rusak akibat amukan api.



Salah satu warga yang berada di lokasi kejadian mengaku terkejut saat melihat api pertama kali muncul. “Saya kaget sekali. Saya sedang berjualan nasi goreng di sini, tiba-tiba melihat kobaran api dari sebuah ruko tepat di seberang saya. Api awalnya kecil, tapi lama-lama membesar. Ruko itu memang jarang ditempati pemiliknya,” ungkapnya. Ia juga menambahkan bahwa warga sekitar sempat berusaha memberi peringatan dan menjauhkan barang-barang yang masih bisa diselamatkan sebelum api semakin meluas.


Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat akan bahaya kebakaran, khususnya di kawasan pertokoan yang memiliki instalasi listrik lama atau bangunan yang jarang digunakan. Kurangnya perawatan serta pengawasan terhadap kondisi listrik dapat menimbulkan risiko besar, tidak hanya bagi pemilik bangunan, tetapi juga bagi lingkungan sekitar.


Pihak terkait diharapkan dapat melakukan pendataan dan evaluasi terhadap bangunan-bangunan kosong atau jarang ditempati, terutama yang berada di kawasan padat penduduk dan jalur utama. Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk lebih waspada dan segera melaporkan jika melihat potensi bahaya kebakaran di lingkungan sekitar.


Dengan tidak adanya korban jiwa, peristiwa ini patut disyukuri. Namun, kerugian materi dan dampak sosial yang ditimbulkan menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak agar lebih memperhatikan aspek keselamatan dan pencegahan kebakaran di masa mendatang.

Senin, 23 Februari 2026

Bro Fir Art Dan Peran Strategis Media Dalam Piala Pangdam III Siliwangi

Cibinong - Kejuaraan Pencak Silat Tingkat Nasional Piala Pangdam III/Siliwangi yang diselenggarakan pada 12–15 Februari 2026 menjadi salah satu agenda olahraga nasional yang paling bergengsi di awal tahun ini. Bertempat di GOR Laga Tangkas Pakansari, ajang ini sukses mempertemukan ribuan atlet pencak silat dari berbagai penjuru Nusantara dalam satu arena kompetisi yang sarat nilai sportivitas, persaudaraan, dan pelestarian budaya bangsa.



Salah satu figur yang turut berperan penting dalam kesuksesan acara ini adalah Muhamad Firdaus, yang juga dikenal dengan nama Bro Fir Art, selaku CEO PT. Purnama Graphy Studio. Dalam kejuaraan nasional ini, Firdaus dipercaya untuk menjadi bagian dari tim media resmi yang berada di bawah naungan PT. Red Eagle Management, selaku Event Organizer, yang berkolaborasi erat dengan tim media dari Yayasan Jagas Muda Nusantara.


Event Kejuaraan Pencak Silat Tingkat Nasional Piala Pangdam III/Siliwangi diikuti oleh kurang lebih 2.100 atlet yang tergabung dalam 200 kontingen dari berbagai daerah di Indonesia. Para peserta berasal dari beragam latar belakang, mulai dari pelajar tingkat sekolah, santri pesantren, mahasiswa, hingga kategori umum. Hal ini menunjukkan bahwa pencak silat tidak hanya menjadi cabang olahraga prestasi, tetapi juga ruang pembinaan karakter dan jati diri generasi muda lintas usia dan latar pendidikan.


Kejuaraan ini secara resmi diselenggarakan oleh Mayjen TNI Kosasih, selaku Pangdam III/Siliwangi, yang bersinergi dengan Yayasan Jagas Muda Nusantara serta PT. Red Eagle Management. Kolaborasi lintas sektor ini menjadi bukti nyata bahwa pembinaan olahraga bela diri tradisional membutuhkan dukungan menyeluruh dari unsur militer, swasta, dan masyarakat sipil.


Selama empat hari pelaksanaan, seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan tertib dan penuh antusiasme. Firdaus, sebagai bagian dari tim media, turut mengambil peran strategis dalam mendokumentasikan setiap tahapan acara. Dengan bermodalkan peralatan dokumentasi profesional berupa kamera foto dan video, ia bersama tim media bekerja secara intensif untuk memastikan setiap momen penting terekam dengan baik.


Proses dokumentasi tidak hanya dilakukan saat pertandingan berlangsung, tetapi telah dimulai sejak Technical Meeting yang diselenggarakan pada 7 Februari 2026 di Gedung Dispora Kabupaten Bogor. Kegiatan ini menjadi tahapan awal yang sangat krusial, karena di sinilah seluruh perwakilan kontingen mendapatkan penjelasan teknis terkait aturan pertandingan, sistem penilaian, serta tata tertib kejuaraan. Dokumentasi kemudian berlanjut pada persiapan H-1 pertandingan, suasana gladi bersih, hingga pelaksanaan Opening Ceremony yang berlangsung meriah.


Meskipun pada hari pembukaan sempat terjadi musibah hujan badai yang melanda kawasan GOR Laga Tangkas Pakansari dan sekitarnya, hal tersebut tidak sedikit pun mengurangi semangat para atlet, panitia, maupun tim media yang bertugas. Justru kondisi tersebut menjadi simbol kuatnya tekad dan daya juang seluruh pihak yang terlibat untuk menyukseskan kejuaraan ini hingga tuntas.


Meskipun hujan turun dengan deras dan cuaca kurang bersahabat, hal tersebut tidak menyurutkan semangat para atlet yang tampil dalam pembukaan pertandingan. Antusiasme tetap terasa kuat, terlebih dengan sorak sorai dan dukungan penuh dari ofisial, pelatih, serta para penonton. Suasana seremoni pembukaan pun berlangsung hangat, meriah, dan dipenuhi energi semangat yang membara. Tidak hanya itu, kehadiran berbagai sponsor serta para pedagang yang menggelar bazar di sekitar area venue turut menambah kemeriahan acara. Aktivitas bazar ini juga menjadi bentuk dukungan ekonomi kreatif lokal yang tumbuh seiring dengan terselenggaranya event berskala nasional.


Puncak acara kejuaraan pada 15 Februari 2026 menjadi momen yang paling dinantikan. Selain pertandingan final dan penyerahan medali, Firdaus juga menjalankan tugas jurnalistik berupa kegiatan doorstop interview dengan sejumlah tokoh penting yang hadir. Beberapa di antaranya adalah perwakilan PB IPSI serta Brigjen TNI Thomas Rajunio, yang hadir mewakili Pangdam III/Siliwangi.


Doorstop interview tersebut dilakukan untuk menggali pandangan dan apresiasi para tokoh terhadap penyelenggaraan kejuaraan, dampaknya bagi pembinaan atlet muda, serta harapan ke depan bagi perkembangan pencak silat nasional. Hasil wawancara ini menjadi materi penting yang memperkaya publikasi dan pemberitaan seputar event, sekaligus menjadi arsip berharga bagi penyelenggara dan masyarakat luas.


Sebagai insan media, Firdaus menyampaikan bahwa tugas dokumentasi dalam sebuah event nasional bukanlah hal yang ringan. Diperlukan kesiapsiagaan, fokus tinggi, serta kepekaan terhadap setiap detail yang terjadi di lapangan. Menurutnya, setiap detik dalam sebuah kejuaraan memiliki nilai historis yang tidak dapat diulang kembali.



“Kami sebagai media tentunya secara tidak langsung dituntut untuk selalu sigap, fokus, dan peka terhadap segala kejadian yang terjadi dalam event ini. Setiap momen yang berlalu sangatlah berharga karena tidak akan bisa diulangi lagi. Satu-satunya cara agar momen tersebut tetap abadi adalah melalui peran tim media,” ungkap Firdaus.


Keberhasilan Kejuaraan Pencak Silat Tingkat Nasional Piala Pangdam III/Siliwangi 2026 ini diharapkan dapat menjadi pemantik semangat bagi lahirnya atlet-atlet muda berprestasi yang mampu mengharumkan nama bangsa, baik di tingkat nasional maupun internasional. Selain itu, event ini juga membuktikan bahwa pencak silat sebagai warisan budaya Indonesia masih memiliki tempat yang kuat di hati generasi muda.


Dengan sinergi yang solid antara penyelenggara, atlet, sponsor, masyarakat, serta tim media profesional, kejuaraan ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga ruang pembelajaran, pembinaan karakter, dan penguatan identitas bangsa melalui olahraga pencak silat.

Sabtu, 21 Februari 2026

Satu Tahun Kepemimpinan Rudy Susmanto Ketua KNPI Cibinong Apresiasi Kemajuan Signifikan Di Kabupaten Bogor

CIBINONG – Ketua Pengurus Kecamatan Komite Nasional Pemuda Indonesia (PK KNPI) Kecamatan Cibinong, Yoga Triana, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas capaian satu tahun kinerja Bupati Bogor, Rudy Susmanto. Yoga menilai, di bawah kepemimpinan Rudy Susmanto, pembangunan di Kabupaten Bogor menunjukkan arah yang sangat positif, terutama dalam hal pemerataan infrastruktur.


Menurut Yoga, dampak pembangunan tersebut kini sangat dirasakan langsung oleh elemen masyarakat di berbagai wilayah. Sebagai pusat pemerintahan, Kecamatan Cibinong telah berhasil bertransformasi menjadi "Wajah Kabupaten Bogor" yang membanggakan.


"Kami melihat adanya komitmen kuat dari Bapak Rudy Susmanto dalam mewujudkan pemerataan pembangunan. Cibinong, sebagai etalase atau wajah dari Kabupaten Bogor, kini mengalami peningkatan pembangunan yang signifikan dan dampaknya sangat dirasakan oleh masyarakat luas," ujar Yoga Triana dalam keterangannya, Minggu (22/2).


Selain menyoroti aspek infrastruktur, Yoga Triana secara khusus mengapresiasi perhatian besar Bupati Rudy Susmanto terhadap eksistensi dan peran pemuda. Sebagai Ketua PK KNPI Cibinong, ia merasakan adanya sinergi yang baik antara pemerintah daerah dengan organisasi kepemudaan.


"Bupati sangat memahami bahwa pemuda adalah mesin penggerak pembangunan. Kami mengapresiasi penuh ruang dan perhatian yang diberikan kepada pemuda untuk ikut berkontribusi membangun daerah," tambahnya.


Menutup pernyataannya, Yoga berharap agar ruang kolaborasi bagi generasi muda terus diperlebar. Ia meyakini bahwa dengan memberikan porsi besar bagi pemuda, visi memajukan Indonesia dapat dimulai dari langkah nyata di tingkat lokal.


"Semoga pemuda terus memiliki ruang besar untuk membangun Indonesia melalui Kabupaten Bogor. Kami di KNPI berkomitmen untuk terus mengawal dan memajukan Kabupaten Bogor, dimulai dari penguatan di Kecamatan Cibinong," pungkas Yoga.

Rabu, 18 Februari 2026

Lahirkan Pesilat Terbaik Nasional Piala Pangdam III Siliwangi 2026 Resmi Ditutup

Oleh : Muhamad Firdaus - Pimpinan Redaksi


BOGOR - 18 Februari 2026. Pencak silat merupakan salah satu mahakarya peradaban Nusantara yang tidak hanya mengajarkan teknik bela diri, tetapi juga menanamkan nilai moral, etika, dan filosofi kehidupan. Di setiap gerakan, tersimpan makna tentang pengendalian diri, keberanian, dan rasa persaudaraan. Di tengah derasnya arus globalisasi, pencak silat tetap berdiri sebagai identitas bangsa yang harus dijaga, dirawat, dan diwariskan kepada generasi penerus. Melalui kejuaraan berskala nasional, pencak silat tidak hanya dipertandingkan, tetapi juga dijadikan sarana pembinaan karakter dan persatuan anak bangsa.


Kejuaraan pencak silat tingkat nasional Piala Pangdam III/Siliwangi resmi berakhir dengan sukses dan meninggalkan kesan mendalam bagi seluruh peserta serta pihak yang terlibat. Event nasional ini diselenggarakan oleh Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Kosasih, S.E., bersama Yayasan Jagas Muda Nusantara dan Red Eagle Management. Penyelenggaraan kejuaraan ini menjadi bukti nyata komitmen TNI dan elemen masyarakat dalam mendukung pelestarian pencak silat sebagai olahraga prestasi sekaligus warisan budaya Indonesia.


Kejuaraan ini dilaksanakan selama empat hari, yakni pada tanggal 12 hingga 15 Februari 2026, bertempat di GOR Laga Tangkas Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Pemilihan lokasi ini dinilai strategis karena mampu menampung ribuan atlet serta memberikan fasilitas yang memadai untuk pertandingan berskala nasional.


Tingginya antusiasme terlihat dari jumlah peserta yang mencapai 2.100 atlet, yang tergabung dalam 200 kontingen dari berbagai daerah di Indonesia. Para atlet berasal dari beragam latar belakang perguruan, sekolah, universitas, instansi, hingga daerah binaan IPSI. Hal ini menunjukkan bahwa pencak silat terus tumbuh dan diminati oleh generasi muda dari berbagai wilayah, mulai dari tingkat usia dini hingga dewasa. Kejuaraan ini tidak hanya menjadi ajang adu teknik dan strategi, tetapi juga menjadi ruang silaturahmi antarperguruan serta sarana pertukaran pengalaman dalam pembinaan atlet pencak silat nasional.



Kejuaraan dibuka secara resmi melalui kegiatan seremoni yang berlangsung khidmat dan penuh makna. Acara pembukaan dihadiri oleh sejumlah pejabat daerah, tokoh nasional, serta tokoh budaya yang memiliki perhatian besar terhadap pelestarian nilai-nilai Nusantara. Salah satu tokoh yang hadir adalah Husnan Bey Fananie, seorang diplomat senior Indonesia dan mantan Duta Besar Republik Indonesia untuk Azerbaijan periode 2016–2020, sekaligus cucu dari pendiri Pondok Modern Darussalam Gontor, Ponorogo.


Turut hadir pula Jatnika Nanggamiharja, maestro dan budayawan Sunda yang dikenal luas sebagai pendiri Yayasan Bambu Indonesia serta ahli bangunan tradisional Nusantara. Kehadiran tokoh-tokoh ini menegaskan bahwa pencak silat memiliki dimensi budaya, sejarah, dan pendidikan yang sangat kuat.


Perebutan Prestasi dan Kesempatan Emas


Para atlet bertanding dengan semangat tinggi untuk memperebutkan Piala Pangdam III/Siliwangi, sekaligus peluang berharga berupa Rekomendasi Abdi Negara serta Program Beasiswa Pelatihan ke China. Program ini menjadi daya tarik utama karena membuka kesempatan bagi pesilat berprestasi untuk mendapatkan pembinaan lanjutan dan pengalaman internasional. Dari ribuan atlet yang bertanding, hanya pesilat terbaik yang terpilih berdasarkan kualitas teknik, mental bertanding, kedisiplinan, serta konsistensi performa selama kejuaraan berlangsung.



Pesilat Terbaik Kategori Tanding


Daftar pesilat terbaik kategori tanding menunjukkan munculnya talenta-talenta muda berbakat dari berbagai daerah dan perguruan, mulai dari usia dini hingga dewasa. Prestasi ini menjadi bukti bahwa pembinaan pencak silat di Indonesia berjalan secara berjenjang dan berkesinambungan.


1. Putra Usia Dini: Altaqy Kastara Langitan (MPW)

2. Putri Usia Dini: Khanza Shopiyani Santoso (PSM Kodim 0621 Kab. Bogor)

3. Putra Pra Remaja: Syarif Hidayatulloh (Padjadjaran Cimande)

4. Putri Pra Remaja: Keyra Yaumil Irvi (SH Terate Ranting Purwasari)

5. Putra Remaja: Zulvan Arjuna Zaenal (PSHT Kab. Bogor)

6. Putri Remaja: Sabikhatun Navila (Perisai Diri Pandaan Jawa Timur)

7. Putra Dewasa: Muhammad Khabibulla (Perisai Diri Pandaan Jawa Timur)

8. Putri Dewasa: Padma Dwi Latifah (Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta)


Pesilat Terbaik Kategori Jurus


Pada kategori jurus, para atlet menampilkan keindahan gerak, ketepatan teknik, serta penghayatan nilai-nilai pencak silat. Penilaian tidak hanya berfokus pada ketepatan gerakan, tetapi juga pada ekspresi, ritme, dan kekuatan karakter yang ditampilkan oleh pesilat.


1. Putra Usia Dini: Habibie Anaking Fatoni (GHI)

2. Putri Usia Dini: Naomi Devana Rachim (Al Barakah)

3. Putra Pra Remaja: Ikram Faiz Fairuz (Setia Hati Jakarta Barat)

4. Putri Pra Remaja: Azka Faturrahman (Zain Dijaya Bina Saluyu)

5. Putra Remaja: Syeikhan Muhammad Ardan Ars (SMAN 3 Tangerang Selatan)

6. Putri Remaja: Alysandria Dewi Fortuna (Cileungsi Silat Academy)

7. Putra Dewasa: Dandy Adhyansyah & Imam Suyudi (Damkar DKI Jakarta)

8. Putri Dewasa: Rachel Desvi Rusliana (LPSI)


Pengurus Besar PB IPSI dalam keterangannya kepada media menekankan pentingnya menjunjung tinggi nilai sportivitas. Dalam pencak silat, seorang pesilat tidak hanya diuji kekuatan fisiknya, tetapi juga kehalusan rasa dan keluhuran budi. Seorang pesilat sejati adalah ksatria di arena pertandingan, namun tetap menjadi saudara di luar gelanggang. Pesan ini menjadi pengingat bahwa tujuan utama kejuaraan bukan semata-mata meraih kemenangan, melainkan membentuk karakter atlet yang berakhlak, beretika, dan menjunjung tinggi persatuan.


Grand Champions dan Pemerataan Prestasi


Penghargaan Grand Champions Kontingen diberikan kepada kontingen dengan perolehan medali terbanyak serta performa paling konsisten di seluruh kategori usia. Pada kejuaraan ini, SMI Hambalang A berhasil tampil dominan dan keluar sebagai Grand Champions dengan raihan 20 medali emas, 11 perak, dan 23 perunggu. Selain itu, di setiap kelompok usia muncul juara umum yang berbeda-beda. Hal ini menunjukkan bahwa persaingan berlangsung sehat dan merata antarperguruan serta kontingen daerah, mulai dari usia dini hingga dewasa.



Di tiap kelompok umur juga muncul juara umum berbeda, menunjukkan persaingan merata antarperguruan dan kontingen daerah — mulai dari tingkat usia dini, pra remaja, remaja, hingga dewasa. Predikat Juara Umum diberikan kepada kontingen atau perguruan dengan perolehan medali terbaik pada masing-masing kategori usia. Penetapan didasarkan pada dominasi raihan emas, perak, dan perunggu selama pertandingan berlangsung.


Usia Dini

Juara Umum 1: PSM Kodim 0621 Kabupaten Bogor

Juara Umum 2: SMI Hambalang A

Juara Umum 3: GHI


Pra Remaja

Juara Umum 1: SMI Hambalang A

Juara Umum 2: GHI

Juara Umum 3: Padjadjaran Cimande


Remaja

Juara Umum 1: Perisai Diri Pandaan Jatim

Juara Umum 2: PSHT Kabupaten Bogor

Juara Umum 3: Padjadjaran Cimande


Dewasa

Juara Umum 1: Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta

Juara Umum 2: Perisai Diri Pandaan Jatim

Juara Umum 3: IPSI Lampung Selatan


Penghargaan Pelatih dan Wasit Juri


Gelar Pelatih Terbaik diberikan kepada Trias Rudi Santoso dari perguruan Perisai Diri Pandaan Jawa Timur. Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi atas dedikasi, kepemimpinan, serta keberhasilannya membina atlet hingga meraih prestasi optimal di berbagai kategori. Sementara itu, penghargaan Wasit Juri Terbaik diraih oleh Bambang Wahyudi dari IPSI Kabupaten Bogor. Ia dinilai mampu menjalankan tugas dengan profesional, tegas, konsisten, dan menjunjung tinggi integritas selama kejuaraan berlangsung.


Kejuaraan ditutup dengan seremoni penutupan yang kembali dihadiri oleh Thomas Rajunio. Acara penutupan dimeriahkan dengan berbagai pertunjukan seni sebagai bentuk perayaan atas suksesnya penyelenggaraan kejuaraan.



Dalam keterangannya kepada media, Brigjen TNI Thomas Rajunio menyampaikan "Ya sebetulnya ini kan bagian kita TNI itu kan, TNI adalah rakyat gitu. Jadi kebetulan ada yang punya ide untuk membuat kejuaraan pencak silat ini, kemudian berkomunikasi langsung dengan Pangdam, nah dijawab dengan baik dengan beliau, sehingga dilaksanakanlah ini yang saya kira untuk kegiatan ini yang pertama. Tidak lain tidak bukan kan kalau kita lihat anak-anak muda sekarang ini kan, ini adalah calon generasi-generasi emas kita di 2045. Dan pencak silat juga tradisi asli dari Indonesia. Jadi mau tidak mau kita juga menjadi salah satu support system buat bela diri ini biar terus maju. Seperti yang saya sampaikan tadi tambahan dari amanat Pangdam kalau jangan sampai kita jadi tamu di negeri sendiri."


Kejuaraan Nasional Pencak Silat Piala Pangdam III/Siliwangi 2026 bukan sekadar kompetisi olahraga, melainkan sebuah gerakan kebudayaan dan pembinaan karakter bangsa. Dari gelanggang pertandingan, lahir harapan besar bagi masa depan pencak silat Indonesia—sebagai olahraga prestasi, identitas budaya, dan sarana pembentukan generasi muda yang tangguh, berkarakter, serta cinta tanah air. Melalui semangat sportivitas dan persaudaraan, pencak silat akan terus hidup dan menjadi kebanggaan Indonesia di tingkat nasional maupun internasional.

Minggu, 25 Januari 2026

KNPI Cibinong, Bogor Movement, dan Pemuda Muhammadiyah Gelar Aksi Bogor Zero Waste

Oleh : Muhamad Firdaus - Pimpinan Redaksi


Cibinong – 25 Januari 2026. Menjaga kebersihan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan masyarakat sehari-hari. Lingkungan yang bersih dan terawat akan menciptakan suasana yang sehat, segar, dan nyaman, sekaligus mampu meminimalisasi risiko berbagai penyakit. Kesadaran terhadap kebersihan lingkungan juga menjadi fondasi penting dalam menciptakan ruang publik yang aman dan layak bagi seluruh lapisan masyarakat. Hal tersebut selaras dengan semboyan Kabupaten Bogor, Tegar Beriman, yang merupakan singkatan dari Tertib, Segar, Bersih, Indah, Mandiri, Aman, dan Nyaman. Semboyan ini bukan sekadar slogan, melainkan nilai yang seharusnya tercermin dalam perilaku masyarakat, khususnya dalam menjaga kebersihan lingkungan.

Sebagai wujud nyata dari kepedulian terhadap kebersihan lingkungan, Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kecamatan Cibinong bersama Komunitas Bogor Movement dan Pemuda Muhammadiyah Kecamatan Cibinong menggelar kegiatan Bogor Zero Waste. Kegiatan ini dilaksanakan bertepatan dengan agenda Car Free Day (CFD) Kabupaten Bogor yang rutin diselenggarakan setiap hari Minggu pagi, pukul 06.00 hingga 09.00 WIB. Lokasi kegiatan berada di Jl. Raya Tegar Beriman, kawasan Pemda Cibinong, Kabupaten Bogor, yang menjadi pusat aktivitas masyarakat saat CFD berlangsung. Melalui kegiatan ini, para pemuda berupaya mengimbau sekaligus mengingatkan masyarakat agar senantiasa menjaga kebersihan dan tidak membuang sampah sembarangan, terutama di ruang publik.


Bogor Zero Waste diikuti oleh sejumlah pemuda dari berbagai latar belakang organisasi yang memiliki kesamaan visi dan kepedulian terhadap isu lingkungan. Semangat yang ditunjukkan para pemuda ini lahir dari kesadaran bahwa menjaga kebersihan bukan hanya tugas pemerintah, melainkan kewajiban bersama seluruh elemen masyarakat. Kesadaran tersebut menjadi bentuk interpretasi nyata dalam menjaga alam, dimulai dari hal-hal sederhana yang dapat dilakukan secara langsung. Dalam pelaksanaannya, para pemuda yang terlibat tidak hanya menyampaikan imbauan secara lisan, tetapi juga memberikan contoh konkret dengan memungut sampah yang berserakan di sepanjang area Car Free Day. Aksi sederhana ini menjadi pesan kuat bahwa kepedulian terhadap lingkungan dapat dimulai dari tindakan kecil yang dilakukan secara konsisten.


Aksi para pemuda tersebut mendapatkan respons positif dari masyarakat. Terlihat sejumlah pengunjung dan peserta Car Free Day turut mengikuti langkah yang sama dengan memungut sampah di sekitar mereka dan membuangnya ke tempat sampah yang tersedia. Interaksi ini menunjukkan bahwa keteladanan memiliki peran penting dalam membangun kesadaran kolektif. Ketika masyarakat melihat contoh langsung, mereka cenderung lebih mudah tergerak untuk ikut berpartisipasi dalam menjaga kebersihan lingkungan.



Ketua KNPI Kecamatan Cibinong, Yoga Triana Anshory, saat diwawancarai oleh pihak media, menjelaskan bahwa kegiatan Bogor Zero Waste berawal dari hasil diskusi antara KNPI Kecamatan Cibinong, Komunitas Bogor Movement, dan Pemuda Muhammadiyah Kecamatan Cibinong. Diskusi tersebut mempertemukan gagasan dan semangat yang sama dalam menjaga lingkungan, khususnya di wilayah Kabupaten Bogor dan Kecamatan Cibinong. Menurutnya, kesamaan visi dan frekuensi inilah yang kemudian melahirkan gerakan Bogor Zero Waste sebagai wadah aksi nyata para pemuda.


Ia juga menegaskan bahwa pemerintah telah membawa Kabupaten Bogor ke arah yang lebih baik melalui berbagai kebijakan dan pembangunan. Oleh karena itu, sudah menjadi tanggung jawab masyarakat, khususnya generasi muda, untuk ikut menjaga dan merawat hasil pembangunan tersebut. Gerakan Bogor Zero Waste hadir sebagai bentuk kepedulian dan partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan, membebaskan lingkungan dari sampah, serta menghindarkan berbagai hal yang dapat mengganggu kenyamanan bersama. Adapun tagline yang diusung dalam gerakan ini adalah “Pungut Sampahmu, Cintai Lingkunganmu”, yang mengandung pesan sederhana namun sarat makna.


Pesan yang disampaikan oleh Ketua KNPI Kecamatan Cibinong tersebut menunjukkan bahwa Bogor Zero Waste bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan memiliki tujuan jangka panjang dalam membangun kesadaran masyarakat. Gerakan ini mengajak masyarakat untuk memahami bahwa kebersihan lingkungan berkaitan erat dengan kualitas hidup. Para pemuda, khususnya yang berada di wilayah Kecamatan Cibinong, memiliki peran strategis dalam menghidupkan semangat kepedulian ini secara berkelanjutan, baik melalui aksi langsung maupun kampanye yang dilakukan di ruang publik.



Presidium Komunitas Bogor Movement juga turut menyampaikan pandangannya ketika dimintai keterangan oleh pihak media. Ia menjelaskan bahwa Bogor Movement merupakan inisiatif generasi muda yang berupaya mengambil peran nyata dalam menghadapi permasalahan sampah di Kabupaten Bogor. Gerakan ini lahir dari kesepakatan para pemuda lintas organisasi yang memiliki semangat dan tujuan yang sama, tanpa adanya keterlibatan pemerintah maupun organisasi kepemerintahan lainnya. Seluruh kegiatan yang dilakukan merupakan wujud murni dari semangat kepedulian dan perjuangan para pemuda terhadap persoalan sampah, terutama yang kerap muncul saat pelaksanaan Car Free Day.


Menurutnya, aksi pengumpulan sampah yang dilakukan saat CFD tidak hanya bertujuan untuk membersihkan area kegiatan, tetapi juga sebagai bentuk edukasi kepada masyarakat. Dengan melihat langsung aksi tersebut, masyarakat diharapkan memiliki kesadaran bahwa kepedulian terhadap lingkungan harus dimulai dari diri sendiri. Setiap individu memiliki peran dalam menjaga kebersihan, sekecil apa pun tindakan yang dilakukan.


Permasalahan sampah memang tidak dapat dianggap sepele. Sampah yang tidak dikelola dengan baik dapat berdampak buruk terhadap kesehatan masyarakat dan kelestarian lingkungan. Lingkungan yang kotor berpotensi menjadi sumber penyakit, serta dapat memicu bencana alam seperti banjir akibat tersumbatnya saluran drainase dan aliran sungai oleh sampah yang dibuang sembarangan. Kondisi ini sering kali terjadi karena kurangnya kesadaran dan kepedulian masyarakat terhadap dampak jangka panjang dari perilaku membuang sampah sembarangan.


Pada kesempatan yang sama, Ketua Pemuda Muhammadiyah Kecamatan Cibinong juga menyampaikan pandangannya terkait dampak dari kegiatan Bogor Zero Waste. Ia menegaskan bahwa meskipun aksi yang dilakukan terlihat sederhana, seperti memungut sampah yang terlihat, namun dampaknya tetap ada. Dampak tersebut dapat dirasakan pada aspek kebersihan, kesehatan, serta kelancaran jalur-jalur drainase yang kerap tersumbat oleh sampah. Ia menambahkan bahwa berbagai bencana seperti banjir dan longsor yang terjadi belakangan ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan dan kepedulian terhadap lingkungan.


Menurutnya, upaya menjaga lingkungan memang membutuhkan waktu dan tidak selalu memberikan hasil yang instan. Namun, dengan konsistensi dan kesadaran bersama, langkah-langkah kecil yang dilakukan secara terus-menerus dapat memberikan dampak besar bagi kelestarian alam. Oleh karena itu, Pemuda Muhammadiyah bersama Bogor Movement dan KNPI Kecamatan Cibinong berkomitmen untuk terus melakukan aksi-aksi sederhana yang dapat memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat.



Ketika manusia menjaga alam dengan tidak merusaknya, tidak membuang sampah sembarangan, serta menjaga kebersihan lingkungan, maka alam pun akan ikut menjaga manusia dari berbagai bencana yang muncul akibat perilaku manusia itu sendiri. Prinsip kita jaga alam, alam jaga kita menjadi pesan utama yang ingin disampaikan melalui gerakan Bogor Zero Waste. Sejalan dengan tagline “Pungut Sampahmu, Cintai Lingkunganmu”, gerakan ini mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga kebersihan di mana pun berada dengan membuang sampah pada tempatnya dan menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.

Minggu, 11 Januari 2026

Persib Bandung Kalahkan Persija 1–0 Gol Beckham Putra Antar Maung Bandung Raih Tiga Poin

Bogor - Direktur Radar Bola Nusantara, Dr. Abdul Muis, memberikan penghargaan setinggi-tingginya atas jalannya pertandingan bertajuk El Clasico Indonesia antara Persib Bandung dan Persija Jakarta yang berlangsung baru-baru ini di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA). Apa yang terlihat di lapangan bukan sekadar adu strategi, tetapi juga perwujudan semangat juang kedua klub besar yang terus menarik perhatian publik sepak bola nasional.



Menurut Dr. Abdul Muis, kemenangan tipis yang diraih Persib dengan skor 1–0 bukan hanya soal angka di papan skor, tetapi juga simbol kesiapan mental dan kerja keras yang telah ditunjukkan tim sepanjang pertandingan. Ia menyebut kemenangan tersebut sebagai bukti nyata latihan dan persiapan matang yang dijalani Maung Bandung.


Gol pembuka yang tercipta sangat cepat di awal laga berhasil memecah ketegangan di antara para suporter. Gol itu menunjukkan bahwa Persib mampu memanfaatkan peluang secara efektif meskipun tekanan dari lawan terus meningkat sejak menit-menit awal.


Dr. Muis juga menyinggung bagaimana El Clasico Indonesia selalu menjadi magnet tersendiri dalam kalender sepak bola tanah air. Rivalitas antara dua klub besar seperti Persib dan Persija, dengan dukungan suporter yang masif dari Bobotoh dan The Jakmania, selalu menjadi pembicaraan hangat di berbagai kalangan penggemar olahraga.


Walau Persib berhasil unggul, tidak berarti pertandingan berjalan mudah. Sepanjang babak pertama dan kedua, Persija terus menekan dan menciptakan sejumlah peluang berbahaya, menunjukkan bahwa mereka juga datang dengan ambisi kuat untuk meraih hasil positif.


Dr. Abdul Muis turut memuji semangat juang yang ditampilkan oleh pemain Persija. Meski harus bermain dalam tekanan berat, tim ibu kota itu tidak menyerah begitu saja dan tetap memperlihatkan kualitas permainan yang patut diapresiasi.


Dia menyoroti bahwa duel seperti ini bukan hanya ajang perebutan tiga poin, tetapi juga barometer mental dan konsistensi setiap tim dalam kompetisi sepanjang musim. Kemenangan atas Persija jelas memberikan suntikan motivasi besar bagi Persib untuk melanjutkan perjuangan mereka di klasemen Super League.


Selain aspek teknis di lapangan, Dr. Muis juga menyinggung peran suporter sebagai elemen penting yang ikut menentukan atmosfer pertandingan. Dukungan tanpa henti dari Bobotoh selama laga berlangsung menjadi salah satu daya tarik tersendiri yang membuat El Clasico Indonesia berbeda dari duel klub lain.


Menurut Dr. Muis, momen besar seperti ini mampu menyatukan emosi dan semangat pendukung dari berbagai daerah, bukan sekadar fanatisme semata. Ia menilai bahwa pertandingan persahabatan bisa memberikan dampak positif bagi perkembangan sepak bola nasional bila dijalankan dengan sportif.


Dirinya juga berharap agar kedua klub terus menjaga perilaku profesional dalam setiap pertandingan, sehingga rivalitas tidak berubah menjadi hal yang merugikan baik di dalam maupun luar lapangan. Sportivitas menurutnya adalah kunci agar sepak bola Indonesia semakin maju dan dihormati.


Kemenangan Persib ini sekaligus memperkuat posisi mereka di papan atas klasemen sementara Super League, sebuah hal yang tentu menjadi harapan besar bagi klub dan suporter setelah kompetisi berjalan ketat musim ini.


Akhirnya, Dr. Abdul Muis mengajak seluruh elemen dalam sepak bola — dari klub, pelatih, pemain, hingga suporter — untuk terus merayakan pertandingan besar seperti ini sebagai pesta olahraga yang mempersatukan, bukan sekadar rivalitas yang memecah belah. Semangat ini diharapkan terus menyala sepanjang kompetisi.

Banner Wartasejagat