Bogor - Direktur Radar Bola Nusantara, Dr. Abdul Muis, memberikan penghargaan setinggi-tingginya atas jalannya pertandingan bertajuk El Clasico Indonesia antara Persib Bandung dan Persija Jakarta yang berlangsung baru-baru ini di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA). Apa yang terlihat di lapangan bukan sekadar adu strategi, tetapi juga perwujudan semangat juang kedua klub besar yang terus menarik perhatian publik sepak bola nasional.
Menurut Dr. Abdul Muis, kemenangan tipis yang diraih Persib dengan skor 1–0 bukan hanya soal angka di papan skor, tetapi juga simbol kesiapan mental dan kerja keras yang telah ditunjukkan tim sepanjang pertandingan. Ia menyebut kemenangan tersebut sebagai bukti nyata latihan dan persiapan matang yang dijalani Maung Bandung.
Gol pembuka yang tercipta sangat cepat di awal laga berhasil memecah ketegangan di antara para suporter. Gol itu menunjukkan bahwa Persib mampu memanfaatkan peluang secara efektif meskipun tekanan dari lawan terus meningkat sejak menit-menit awal.
Dr. Muis juga menyinggung bagaimana El Clasico Indonesia selalu menjadi magnet tersendiri dalam kalender sepak bola tanah air. Rivalitas antara dua klub besar seperti Persib dan Persija, dengan dukungan suporter yang masif dari Bobotoh dan The Jakmania, selalu menjadi pembicaraan hangat di berbagai kalangan penggemar olahraga.
Walau Persib berhasil unggul, tidak berarti pertandingan berjalan mudah. Sepanjang babak pertama dan kedua, Persija terus menekan dan menciptakan sejumlah peluang berbahaya, menunjukkan bahwa mereka juga datang dengan ambisi kuat untuk meraih hasil positif.
Dr. Abdul Muis turut memuji semangat juang yang ditampilkan oleh pemain Persija. Meski harus bermain dalam tekanan berat, tim ibu kota itu tidak menyerah begitu saja dan tetap memperlihatkan kualitas permainan yang patut diapresiasi.
Dia menyoroti bahwa duel seperti ini bukan hanya ajang perebutan tiga poin, tetapi juga barometer mental dan konsistensi setiap tim dalam kompetisi sepanjang musim. Kemenangan atas Persija jelas memberikan suntikan motivasi besar bagi Persib untuk melanjutkan perjuangan mereka di klasemen Super League.
Selain aspek teknis di lapangan, Dr. Muis juga menyinggung peran suporter sebagai elemen penting yang ikut menentukan atmosfer pertandingan. Dukungan tanpa henti dari Bobotoh selama laga berlangsung menjadi salah satu daya tarik tersendiri yang membuat El Clasico Indonesia berbeda dari duel klub lain.
Menurut Dr. Muis, momen besar seperti ini mampu menyatukan emosi dan semangat pendukung dari berbagai daerah, bukan sekadar fanatisme semata. Ia menilai bahwa pertandingan persahabatan bisa memberikan dampak positif bagi perkembangan sepak bola nasional bila dijalankan dengan sportif.
Dirinya juga berharap agar kedua klub terus menjaga perilaku profesional dalam setiap pertandingan, sehingga rivalitas tidak berubah menjadi hal yang merugikan baik di dalam maupun luar lapangan. Sportivitas menurutnya adalah kunci agar sepak bola Indonesia semakin maju dan dihormati.
Kemenangan Persib ini sekaligus memperkuat posisi mereka di papan atas klasemen sementara Super League, sebuah hal yang tentu menjadi harapan besar bagi klub dan suporter setelah kompetisi berjalan ketat musim ini.
Akhirnya, Dr. Abdul Muis mengajak seluruh elemen dalam sepak bola — dari klub, pelatih, pemain, hingga suporter — untuk terus merayakan pertandingan besar seperti ini sebagai pesta olahraga yang mempersatukan, bukan sekadar rivalitas yang memecah belah. Semangat ini diharapkan terus menyala sepanjang kompetisi.


.jpg)



.jpg)
.jpg)


.webp)


